Cara Terhindar dari Ketergantungan Duniawi

3. Tidak menumpuk-numpuk kekayaan duniawi.

Setan sebagai musuh manusia, tentu akan selalu berusaha merayu dan membujuk orang-orang kaya untuk terus menimbun dan menumpuk kekayaannya, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah. Padahal kedudukan kekayaan (harta) dalam pandangan Islam adalah harta Allah sedangkan manusia itu terikat dalam membelanjakannya dengan ketentuan-ketentuan yang disyariatkan-Nya.

Untuk itu, agar tidak cinta dunia, maka kita harus memposisikan kekayaan dunia sebagai jalan, bukan satu-satunya tujuan, dan bukan pula sebagai sebab yang dapat menjelaskan semua kejadian. Sehingga patut kita renungkan apa yang dikatakan Al Manawy bahwa, “Harta itu tidak akan tercela dengan sendirinya, maka sesungguhnya harta dunia itu adalah ladang di akherat. Barangsiapa mengambil harta dunia itu dengan memelihara hukum syariat, maka Allah akan memberi pertolongan di akheratnya.”

Jadi, kekayaan harta itu bagaimana orang yang memilikinya, karena ia bisa menjadi jalan kebaikan dan juga bila tidak berhati-hati ia akan memperbudak diri kita.

4. Segera menginfakkan kekayaan duniawi yang diperoleh.

Perilaku menumpuk-numpuk kekayaan harta akan berakibat mereka melupakan orang fakir miskin. Sehingga untuk menghindari hal ini, kita hendaknya berusaha untuk segera menginfakkan kekayaan yang telah kita peroleh.

Dalam Alquran, Allah Swt memberi petunjuk kepada kita berkaitan dengan membelanjakan kekayaan harta ini, yaitu: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir tetapi adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Baqarah [2]: 67).

Lebih jauh, agar kita terhindar dari ketergantungan terhadap kekayaan dunia, maka kita dilarang untuk menjatuhkan dirinya kepada kehancuran. Allah berfirman, “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah [2]: 195).

Salah satu bentuk sikap berbuat baik terhadap kekayaan dunia adalah dengan segera menginfakkannya di jalan Allah. Nabi saw bersabda, “Hai anak Adam, sesungguhnya jika engkau memberikan kelebihan untuk berinfak adalah lebih baik bagimu. Dan jika engkau kikir adalah lebih buruk bagimu. Dan janganlah kamu boros terhadap kekayaanmu. Dan bantulah kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (HR. Muslim, Turmudzi).

Dalam hadits lain disebutkan, “Jagalah kamu dari sifat kikir, karena sesungguhnya kebanyakan orang-orang yang sebelum kamu telah binasa, disebabkan kekikiran.” (HR. Dawud).

Akhirnya, apabila tujuan hidup kita tujuannya hanya Allah, maka ketika mendapat karunia kekayaan duniawi, akan bersimpuh penuh rasa syukur kehadirat-Nya. Dan sama sekali tidak akan pernah kecewa dengan seberapa pun yang Allah berikan kepadanya.

Jadi, hendaknya dalam diri ini terhujam tekad bahwa dirinya tidak akan rela dan tidak berniat sedikit pun untuk menenggelamkan dirinya dengan kekayaan harta yang dimilikinya di luar tuntunan-Nya. Semoga informasi inilah cara terhindar dari ketergantungan duniawi ini bermanfaat. Salam sukses selalu. allahu’alam.***

Arda Dinata, adalah Penulis dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.***

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA

Inilah terhindar dari ketergantungan duniawi. Ketiadaannya terhadap kepemilikan kekayaan duniawi tidak akan membuat sengsara, bila kita berepagangan teguh pada tali Allah Swt. Baca di sini: https://ardadinata.com/2023/02/10/terhindari-dari-ketergantungan-duniawi/

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

Tinggalkan Balasan

Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA

error: Content is protected !!